Solok Selatan Mediasi.
’’ Bila Guru kencing berdiri,murid akan kencing berlari’’ kata-kata ini agaknya lebih tepat dipakaikan bagi pejabat Solok Selatan yang tidak disiplin..? kenapa tidak,sejak beberapa bulan terakhir ini disiplin para pejabat Eselon II dan III baik kepala SKPD maupun disekretariat kantor Bupati berdasarkan pantauan Koran ini,memang sudah menurun. Apakah disebabkan Bupati tidak berada ditempat karena masih berobat diluar Negri atau memang watak pejabat itu sendiri yang tidak mau disiplin. Kenyataanya,bila kepala kepala SKPD dan pejabat Eselon II dan Eselon III tidak disiplin ,maka stafnya juga turut tidak disiplin. Lantas bagaimana pejabat Eselon II dan III selaku kepala SKPD akan memberikan teguran kepada bawahannya kalau atasannya sendiri tidak disiplin.
Kondisi ini terlihat misalnya pada waktu hari pertama hari masuk kantor setelah libur lebaran dan apel pada hari jumat 25 September 2009, ternyata sebagian kepala SKPD,termasuk Asisten I Bakri Bakar tidak masuk kantor karena Asisten I tersebut sdibuk mempersiapkan diri untuk jadi calaon Bupati Pessel, bahkan seminggu belakangan Sekda Adril pun juga tidak masuk-masuk sehubungan dia sibuk juga mempersiapkan diri jadi calon bupati Pessel itu.” Apakah untuk jadi calon bupati itu Sekda dan Asisten I harus meninggalkan tugasnya..? Tanya salah seorang pengurus LSM Topan,Sutan Saridin kepada Koran ini pada tempat terpisah dia mempertanyakan
Bila sudah pimpinan sudah tidak disiplin,jelas staf dan bawahan juga tidak disiplin,hal ini terbuktisetelah hari pertama masuk kantor hingga sekarang staf dan bawahannya sudah pulang jam 14.00 Wib,apalagi hari jumat merupakan hari terakhir masuk kantor dalam seminggu kepala SKPD sudah mulai memikirkan untuk pulang cepat,terutama kepala SKPD yang berdomisili di luar Daerah mereka sudah tidak ada lagi dikantornya setelah jumat. Kondisi ini juga terlihat pada hari jumat 16 Oktober lalu ,pantauan Koran ini dikantor Bupati, tidak satupun Mobnas Eselon II dan III yang parker dihalaman kantor Bupati, kecuali Mobnas Kabag Humas dan Kabag keuangan.
Mungkin satu-satunya di Sumatera Barat, bahkan di Indonesia,akibat Sekda Adril serta pejabat Eselon II dan III tidak banyak yang masuk kantor maka peringatan hari Sumpah Pemuda ke- 89 28 Oktober 2009 tidak dilaksanakan.ini sudah keterlaluan kata seorang pejabat Eselon II yang tidak mau disebut jati dirinya kepada Koran ini dikantor Bupati Rabu ¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬¬( 28/10) lalu. Apakah para pejabat tidak memiliki rasa nasionalisme lagi,atau apakah mereka tidak mau lagi mengingat perjuangan pendahulu-pendahulu bangsa yang telah berjuang merebut kemerdekaan dan mempertahankan kata sumber itu
Kepala BKD setempat Inmar Weli dan kabag Humas Pemda Solok Selatan Basrial,se ketika ditanya Koran ini tempat terpisah tentang pejabat yang Indisipliner itu akan dikenakan sanksi hukum oleh Bupati sesuai PP No. 30 tahun 1980 pasal 6 ayat 4 tentang peraturan disiplin pegawai Negri sipill,kedua pejabat ini tidak mau berkomentar,karena hal itu katanya merupakan kewenagan Bupati. Sedangkan terhadap sraf dan pejabat Eselonering dibawahnya,teguran dan pemberian sanksi hokum merupakan kepala SKPD selaku atasan langsung dari staf dan pejabat yang ada dilingkungngannya.
Asisten III Setda solok Selatan Arisal,sh juga diminta komentarnya pada tempat terpisah tentang pejabat yang tidak disiplin dan tidak dipringatinya Sumpah Pemuda sambil berseloroh dia mengatakan ’’ jangan Tanya kepada saya,tapi tanyalah pada rumput yang bergoyang” ujarnya.
Anggota DPRD setempat, masing-masing Yusrizal salta(PKB)dan Dt.Rj. jalil (PPP) juga menyorot kinerja cabinet Syafrizal – Nurfirmanwansyah dimana pejabat Solok Selatan pada umumnya belum memikirkan nasib masyarakat akan tetapi hanya memikirkan fasilitas dan jabatan karna belum terlihat keberpikan mereka kepada masyarakat bahkan dia mengharapkan kepada Bupati dan wakil Bupati agar pejabat yang bermental seperti itu dicopot saja jabatannya tegas mereka.
Tidak salah apa yang perna dikatakan Bupati syafrizal pada suatu kali apel gabungan dihalaman kantor Bupati lama di Lubuk gadang bahwa pejabat yang pindah ke daerah ini hanya untuk mendapatkan fasilitas,jabatan dan naik pangkat semata,tapi tidak memperlihatkan kinerja yang baik ujar syafrizal waktu itu.Namun peserta apel waktu itu sempat berkomentar dan berbisik bahwa yang menerima dan menempatkan Eselon II dan III itu kan Bupati Tanya mereka heran,kenapa kok Bupati bilang seperti itu..?menurut mereka, pejabat yang diberikan jabatan Bupati itu kan kebanyakan pejabat yang tidak terpakai lagi di daerah lain karna tidak berkinerja baik sehingga Solok Selatan tak obahnya’’ tong sampah siloteh mereka dan solok Se4latan dijadikan pelarian bagi pejabat yang tidak terpakai di Daerah lain kata peserta apel waktu itu.(AJ)
Tampilkan postingan dengan label Redaksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Redaksi. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 07 November 2009
KEPEDULIAN PEMDA SOLOK SELATAN TERHADAP WARGANYA.
Solok Selatan, Mediasi.-
Sebagai tanda prihatin dan kepedulian Pemda Solok Selatan terhadap warganya di kota Padang yang terkena dampak gempa 30 September 2009 yang berkekuatan 7,9 SR itu, pihaknya telah menyerahkan bantuan berupa uang tunai dan sembako lainnya. Bantuan itu sebelumnya di kumpul di posko Pemda Solok Selatan jl. Bandar Purus No.37 Padang, untuk kemudian diserahkan langsung relawan Solok Selatan yang ditugaskan di kota Padang kepada warganya yang terkena dampak gempa tersebut, tidak kurang sebanyak 243 KK dengan 1000 jiwa, dimana rumah mengalami rusak akibat gempa tersebut. Setidaknya ada sekitar 48 unit rumah warga rusak berat, 28 unit rusak sedang dan 167 unit rumah rusak ringan. “ bantuan itu kita antarakan langsung” kata Sekdakab Solok Selatan Adril kepada Koran ini di Padang Aro Kamis (15/10), sehingga mereka dapar menikmati bantuan itu dengan segera dan dapat meringankan pendritaan mereka pasca gempa yang terbilang dahsyat itu. Setelah dilakukan pendataan oleh relawan, ternyata masih ada diantara mereka yang belum menerima bantuan dari Pemda kota Padang, sementara berdasarkan pantauan Koran di Posko induk kota Padang di Palanta kediaman Wako Padang Fauzi Bahar setelah lima hari pasca gempa tersebut, ternyata bantuan itu masih menumpuk di posko. Sekdako Padang Emzalmi ketika dikonrimasi Koran ini di posko induk kota Padang itu Senin (5/10) mengatakan, bahwa bantuan tersebut kami salurkan melalui Camat untuk sebelas Kecamatan di Kota Padang katanya, kemudian secara berjenjang Camat menyerahkannya kepada Luran Lurah kepada RW, RW kepada RT dan RT lah yang lansung menyerahkannya kepada warga terkena bencana gempa dipengujung bulan September itu. Bagaimana kalo ada diantara yang tidak mendapatkan bantuan dari RT, apakah bias mereka mengambil langsung bantuan itu ke posko ini..? Tanya Koran ini, sekdako menjawab, siapapun korban gempa yang dating langsung ke posko untuk mendapatkan bantuan itu, tidak akan kami layani kata sekda tegas dan tyernyata pada saat itu ada salah salah seorang warga Kelurahan Pampang yang tidak bersedia disebutkannya namanya merasa kecewa denghan p[elayanan petugas posko induk kota Padang, “ ambo dek dak dapek bantuan tu, kok kamari ambo pai “ katanya kepada Koran ini, ternyata dia benar- benar mengalami kekecewaan dan pulang dengan tangan kosong tidak dapat apa- apa dari petugas posko, kecuali kata yang kurang bersahabt.
Selain bantuan untuk warga Solok Selatan yang tinggal di kota, juga memberikan bantuan berupa uang tunai terhadap korban gempa di lima Kab/ ko di Sumbar yang termasuk korban yang terparah sebagai dampak gempa yang boleh dikatakan dahsyat sepanjang kurun waktu 50 tahun terakhir. Bantuan tersebut diserahkan langsung Pemda Solok selatan ke Posko induk di Kabupaten/ kota masing- masing kota Padang, Pariaman dan Padang Pariaman diserahkan uang tunai sebesar Rp.10 juta, sementara untuk Kabupaten Agam dan Pessel masing- masing sebesar Rp. 5 juta.Tidak ketinggalan kita juga menyerahkan bantuan serupa kepada korban gempa di daerah tetangga Kabupaten Kerinci kata Adril lagi. (AJ)
Sebagai tanda prihatin dan kepedulian Pemda Solok Selatan terhadap warganya di kota Padang yang terkena dampak gempa 30 September 2009 yang berkekuatan 7,9 SR itu, pihaknya telah menyerahkan bantuan berupa uang tunai dan sembako lainnya. Bantuan itu sebelumnya di kumpul di posko Pemda Solok Selatan jl. Bandar Purus No.37 Padang, untuk kemudian diserahkan langsung relawan Solok Selatan yang ditugaskan di kota Padang kepada warganya yang terkena dampak gempa tersebut, tidak kurang sebanyak 243 KK dengan 1000 jiwa, dimana rumah mengalami rusak akibat gempa tersebut. Setidaknya ada sekitar 48 unit rumah warga rusak berat, 28 unit rusak sedang dan 167 unit rumah rusak ringan. “ bantuan itu kita antarakan langsung” kata Sekdakab Solok Selatan Adril kepada Koran ini di Padang Aro Kamis (15/10), sehingga mereka dapar menikmati bantuan itu dengan segera dan dapat meringankan pendritaan mereka pasca gempa yang terbilang dahsyat itu. Setelah dilakukan pendataan oleh relawan, ternyata masih ada diantara mereka yang belum menerima bantuan dari Pemda kota Padang, sementara berdasarkan pantauan Koran di Posko induk kota Padang di Palanta kediaman Wako Padang Fauzi Bahar setelah lima hari pasca gempa tersebut, ternyata bantuan itu masih menumpuk di posko. Sekdako Padang Emzalmi ketika dikonrimasi Koran ini di posko induk kota Padang itu Senin (5/10) mengatakan, bahwa bantuan tersebut kami salurkan melalui Camat untuk sebelas Kecamatan di Kota Padang katanya, kemudian secara berjenjang Camat menyerahkannya kepada Luran Lurah kepada RW, RW kepada RT dan RT lah yang lansung menyerahkannya kepada warga terkena bencana gempa dipengujung bulan September itu. Bagaimana kalo ada diantara yang tidak mendapatkan bantuan dari RT, apakah bias mereka mengambil langsung bantuan itu ke posko ini..? Tanya Koran ini, sekdako menjawab, siapapun korban gempa yang dating langsung ke posko untuk mendapatkan bantuan itu, tidak akan kami layani kata sekda tegas dan tyernyata pada saat itu ada salah salah seorang warga Kelurahan Pampang yang tidak bersedia disebutkannya namanya merasa kecewa denghan p[elayanan petugas posko induk kota Padang, “ ambo dek dak dapek bantuan tu, kok kamari ambo pai “ katanya kepada Koran ini, ternyata dia benar- benar mengalami kekecewaan dan pulang dengan tangan kosong tidak dapat apa- apa dari petugas posko, kecuali kata yang kurang bersahabt.
Selain bantuan untuk warga Solok Selatan yang tinggal di kota, juga memberikan bantuan berupa uang tunai terhadap korban gempa di lima Kab/ ko di Sumbar yang termasuk korban yang terparah sebagai dampak gempa yang boleh dikatakan dahsyat sepanjang kurun waktu 50 tahun terakhir. Bantuan tersebut diserahkan langsung Pemda Solok selatan ke Posko induk di Kabupaten/ kota masing- masing kota Padang, Pariaman dan Padang Pariaman diserahkan uang tunai sebesar Rp.10 juta, sementara untuk Kabupaten Agam dan Pessel masing- masing sebesar Rp. 5 juta.Tidak ketinggalan kita juga menyerahkan bantuan serupa kepada korban gempa di daerah tetangga Kabupaten Kerinci kata Adril lagi. (AJ)
300 Pelajar Sekolah Solok Selatan Lakukan Demontrasi
Solok Selatan, Mediasi.-
Sesuai pepatah minang, bahwa merubah kebisaan sehari- hari itu terlalu sulit, walaupun pekerjaan itu cukup enteng, kalau tidak dibiasakan melakukannya,justru sering terlupakan seperti cuci tangan sebelum makan misalnya, apalagi hal itu merupakan pekerjaan sederhana awal menjaga kesehatan tubuh. Selama ini kebiasaan kita dalam kesehariannya, apabila mau makan terlebih dahulu kita cuci tangan, tapi tidak pakai sabun dan bila mau menikmati makanan ringan, sudah terbiasa tidak cuci tangan sebelumnya, walaupun sebelumnya tangan kita kotor dan berdebu setelah mengerajakan suatu kegiatan, bahkan ada yang cuci tangan siap buang hajat.
Sebanyak 300 –an pelajar SD, SLTP dan SLTA di Solok Selatan melakukan demonstrasi cuci tangan. Hal ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS) 2009. Kegiatan ini dilakukan di SD 07 Sungai Lambai pada Kamis (15/10) lalu, oleh TP.PKK Solok Selatan. “ Demontrasi Cusi Tangan ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia”, terang Kabag Humas Pemkab Solok Selatan, Basrial.SE kepada Mediasi diruangan kerjanya Jumat (16/10) lalu.
Ketua TP.PKK Solok Selatan, Daslinar pada tempat terpisah menjelaskan, tujuan dari demonstrasi cuci tangan pakai sabun itu adalah agar siswa dan pelajar dari SD hingga SMA mebiasakan diri untuk terlebih dahulu mencuci tangan pakai sabun sebelum makan dan mencuci tangan sebelum menikmati makannan ringan lainnya. Kemudian diharapkan kelak mereka yang telah mendemonstrasikan cuci tangan pakai sabun itu, agar mengembangkannya dilingkungan sekolah mereka, lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat, hal itu juga bertujuan untuk membiasakan anak didik untuk hidup sehat kata Daslinar. Salah satu cara untuk membiasakan hidup sehat adalah tangan harus dicuci dengan air pakai sabun sebelum makan, terutama pada saat- saat usai buang hajat tukuk Daslinar. Kegiata serupa juga akan kita sosialisasi kepada tp.PKK Kecamatan dan Nagari, untuk setrusnya dikembangkan lagi kepada kelompok dasa wisma, sehingga pekerjaan cuci tangan pakai sabun sebelum makan itu, benar membudaya ditengah masyarakat ujar daslinar. (AJ)
Sesuai pepatah minang, bahwa merubah kebisaan sehari- hari itu terlalu sulit, walaupun pekerjaan itu cukup enteng, kalau tidak dibiasakan melakukannya,justru sering terlupakan seperti cuci tangan sebelum makan misalnya, apalagi hal itu merupakan pekerjaan sederhana awal menjaga kesehatan tubuh. Selama ini kebiasaan kita dalam kesehariannya, apabila mau makan terlebih dahulu kita cuci tangan, tapi tidak pakai sabun dan bila mau menikmati makanan ringan, sudah terbiasa tidak cuci tangan sebelumnya, walaupun sebelumnya tangan kita kotor dan berdebu setelah mengerajakan suatu kegiatan, bahkan ada yang cuci tangan siap buang hajat.
Sebanyak 300 –an pelajar SD, SLTP dan SLTA di Solok Selatan melakukan demonstrasi cuci tangan. Hal ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia (HCTPS) 2009. Kegiatan ini dilakukan di SD 07 Sungai Lambai pada Kamis (15/10) lalu, oleh TP.PKK Solok Selatan. “ Demontrasi Cusi Tangan ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia”, terang Kabag Humas Pemkab Solok Selatan, Basrial.SE kepada Mediasi diruangan kerjanya Jumat (16/10) lalu.
Ketua TP.PKK Solok Selatan, Daslinar pada tempat terpisah menjelaskan, tujuan dari demonstrasi cuci tangan pakai sabun itu adalah agar siswa dan pelajar dari SD hingga SMA mebiasakan diri untuk terlebih dahulu mencuci tangan pakai sabun sebelum makan dan mencuci tangan sebelum menikmati makannan ringan lainnya. Kemudian diharapkan kelak mereka yang telah mendemonstrasikan cuci tangan pakai sabun itu, agar mengembangkannya dilingkungan sekolah mereka, lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat, hal itu juga bertujuan untuk membiasakan anak didik untuk hidup sehat kata Daslinar. Salah satu cara untuk membiasakan hidup sehat adalah tangan harus dicuci dengan air pakai sabun sebelum makan, terutama pada saat- saat usai buang hajat tukuk Daslinar. Kegiata serupa juga akan kita sosialisasi kepada tp.PKK Kecamatan dan Nagari, untuk setrusnya dikembangkan lagi kepada kelompok dasa wisma, sehingga pekerjaan cuci tangan pakai sabun sebelum makan itu, benar membudaya ditengah masyarakat ujar daslinar. (AJ)
Selandia Baru, Pilihan Baru untuk Kuliah
shutterstock
Ilustrasi: Jumlah mahasiswa Indonesia di Selandia Baru tiap tahun semakin banyak. Kalau tiga-empat tahun yang lalu baru 200-an, tahun ini mencapai 600-an. Itu belum termasuk para perwira Polri yang sering dikirim tugas belajar di Negeri Kiwi ini.
Sejumlah kota di Selandia Baru kini menjadi pilihan baru bagi lulusan SMA dari Indonesia. Selain karena situasinya yang aman dan mendukung suasana belajar, biaya kuliah di negara yang ada di kawasan Pasifik ini juga relatif murah dibandingkan di Eropa.
Sekretaris I Fungsi Ekonomi Kedubes RI di Selandia Baru Subandrio di Auckland, kepada wartawan mengatakan, biaya kuliah di Selandia Baru berkisar Rp 90 juta setahun. Adapun biaya hidup juga lebih murah dibandingkan di Eropa.
Sebelumnya, Dubes RI untuk Selandia Baru Amris Hasan seusai acara dialog bisnis Indonesia yang diselenggarakan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata di Auckland menyatakan, jumlah mahasiswa Indonesia di Selandia Baru makin tahun makin banyak. Kalau tiga-empat tahun yang lalu baru 200-an, tahun ini sudah mencapai 600-an. Itu belum termasuk para perwira Polri yang sering dikirim tugas belajar di Negeri Kiwi ini.
Subandrio menambahkan, bukan hanya dari Indonesia yang jumlahnya terus bertambah, melainkan juga dari negara-negara Asia lainnya. Mereka tersebar di sejumlah perguruan tinggi yang ada di sejumlah kota. Untuk fakultas teknik dan hukum, misalnya, umumnya di University of Auckland. Adapun di Universitas Wellington biasanya untuk pertanian dan peternakan.
Menyenangkan
Sekretaris II Fungsi Ekonomi Kedubes RI di Selandia Baru Gufron Hariyanto menambahkan, sekarang ini bahkan mulai banyak anak-anak SMA yang sekolah di Selandia Baru. Bahkan, ada anak Taiwan yang SMP-nya di Selandia Baru. "Untuk tingkat SD sampai SMA, sekolah di sini gratis," kata Gufron.(*/Pxl)
Ilustrasi: Jumlah mahasiswa Indonesia di Selandia Baru tiap tahun semakin banyak. Kalau tiga-empat tahun yang lalu baru 200-an, tahun ini mencapai 600-an. Itu belum termasuk para perwira Polri yang sering dikirim tugas belajar di Negeri Kiwi ini.
Sejumlah kota di Selandia Baru kini menjadi pilihan baru bagi lulusan SMA dari Indonesia. Selain karena situasinya yang aman dan mendukung suasana belajar, biaya kuliah di negara yang ada di kawasan Pasifik ini juga relatif murah dibandingkan di Eropa.
Sekretaris I Fungsi Ekonomi Kedubes RI di Selandia Baru Subandrio di Auckland, kepada wartawan mengatakan, biaya kuliah di Selandia Baru berkisar Rp 90 juta setahun. Adapun biaya hidup juga lebih murah dibandingkan di Eropa.
Sebelumnya, Dubes RI untuk Selandia Baru Amris Hasan seusai acara dialog bisnis Indonesia yang diselenggarakan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata di Auckland menyatakan, jumlah mahasiswa Indonesia di Selandia Baru makin tahun makin banyak. Kalau tiga-empat tahun yang lalu baru 200-an, tahun ini sudah mencapai 600-an. Itu belum termasuk para perwira Polri yang sering dikirim tugas belajar di Negeri Kiwi ini.
Subandrio menambahkan, bukan hanya dari Indonesia yang jumlahnya terus bertambah, melainkan juga dari negara-negara Asia lainnya. Mereka tersebar di sejumlah perguruan tinggi yang ada di sejumlah kota. Untuk fakultas teknik dan hukum, misalnya, umumnya di University of Auckland. Adapun di Universitas Wellington biasanya untuk pertanian dan peternakan.
Menyenangkan
Sekretaris II Fungsi Ekonomi Kedubes RI di Selandia Baru Gufron Hariyanto menambahkan, sekarang ini bahkan mulai banyak anak-anak SMA yang sekolah di Selandia Baru. Bahkan, ada anak Taiwan yang SMP-nya di Selandia Baru. "Untuk tingkat SD sampai SMA, sekolah di sini gratis," kata Gufron.(*/Pxl)
Polemik bantuan asing: bukti kepedulian umat

Sepanjang bantuan asing terhadap korban gempa Sumbar tidak diintervensi pemakaian dan penggunaanya dari segi politik dan makna fisik berupa ideologi atau aqidah, mungkin bisa kita terima. Sejalan dengan itu memang perlu analisis para ulama, terutama jika bantuan itu berupa obat-obatan dan makanan, apakah tidak mengandung subhat ‘zat tertentu yang diharamkan’ seperti lemak babi, alkohol dan sebagainya.
Pernyataan yang hati-hati itu diungkapkan Prof. Dr. Salmadanis, M.Ag., kepada Mediasi sehubungan dengan polemik yang berlangsung di tengah masyarakat menyangkut pro kontra bantuan korban gempa dari pihak asing.
Pasca gempa 30 September 2009, polemik mengemuka di Sumatera Barat, bukan karena kurangnya bantuan terhadap korban bencana, tapi lebih pada kekhawatiran terhadap misi bantuan yang datang, mengingat sebagian negara donor sedang terlibat pelanggaran HAM berat. Selain itu, di lokasi bencana terparah, tersiar dugaan praktik SARA atau pemurtadan dari relawan asing. Tak ayal, beragam argumentasi mengemuka, masing-masing memberikan kontribusi sebagai bentuk sikap saling jaga dan peduli.
Untuk menjaga sensitifitas masyarakat yang memiliki perspektif yang berbeda: pro dan kontra, lanjut Salmadanis, bantuan bahan fisik sedapat mungkin tidak ditujukan untuk pembangunan rumah ibadah. Di samping itu, dengan banyaknya pihak asing yang masuk, baik untuk menyalurkan bantuan atau tujuan lainnya, kita perlu mengimbau para mubaliq, da’i dan alim ulama serta pemuka masyarakat untuk tidak meninggalkan umat yang sedang gundah, atau ikut-ikutan mengadu domba dan membesar-besarkan permasalahan, ungkapnya.
Awal November 2009, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI) menyesali sikap Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar menyangkut penolakan bantuan dari komunitas Yahudi Kanada. Sebaliknya, MUI menyesali sikap Walikota Padang yang tidak sependapat dengan MUI. Anggota DPRD Sumbar menyesali sikap MUI. Sebelumnya Wagub Sumbar juga menolak bantuan dari tentara Amerika.
Ketua Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Indonesia Cabang Sumatera Barat, Arip Musthopa kepada Mediasi menegaskan, sikap organisasinya konsisten. Menurut UU No. 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, kita tidak boleh menolak bantuan dari manapun. Pasal 2 Ayat “h” dan ‘i” mengharuskan negara yang ditimpa bencana untuk nondiskriminatif dan nonpolitisiasi. Nondiskriminatif berarti dalam penanggulangan bencana, negara yang ditimpa bencana tidak memberikan perlakuan yang berbeda terhadap jenis kelamin, suku, agama, ras dan aliran politik apapun dari negara pemberi bantuan. Selain itu, dalam penanggulangan bencana, negara pemberi bantuan tidak dibenarkan menyebarkan agama sebagaimana dimaksud dalam point “i”.
Menurut Alumnus S2 FISIP UI Jurusan Politik (2003) ini, UU yang dijadikan acuan HMI itu dibuat oleh gabungan politisi Islam dan mendengarkan masukan dari MUI serta organisasi Islam lainnya. Bantuan kemanusiaan asasnya murni kemanusiaan dan keadilan, tidak diskriminatif dan tidak dipolitisasikan. Itu diakui juga dalam konvensi internasional, bahkan syar’i ‘’hukum Islam’. Bantuan tersebut juga tidak akan mengubah objektifitas HMI dalam menilai kasus Palestina. HMI konsisten dan solid, apalagi tindakan terkutuk Israel terhadap Masjidil Aqsa tidak bisa ditoleransi, jelasnya.
Arip yang mengaku sudah berkonsultasi dengan HMI Pusat dan berbagai pemuka agama di Jakarta pada prinsipnya tidak menginginkan adanya gesekan sesama ormas Islam di Sumatera Barat. Dalam kondisi mata masyarakat muslim dunia terpaku terhadap konflik Irak dan serbuan Israel ke Masjidil Aqsa, wajar sensitifitas warga muslim relatif tinggi. Sehubungan dengan itu, rentan terjadi pernyataan penolakan yang pribadi dianggap mewakili lembaga, pungkas pimpinas organisasi masyarakat yang beranggotakan sekitar 5.000 orang itu.
MUI Salurkan Bantuan dari Kocek Sendiri
Dalam media lokal, Komisi Fatwa MUI, Gusrizal Gazahar menyatakan sikap organisasinya yang tidak berkoar-koar menyalurkan bantuan dan sumbangan pihak lain, bahkan mengeluarkan dana pribadi demi tugas-tugas keumatan. Sekitar 80 orang ulama dikirim untuk memasuki daerah yang diduga rentan menjadi sasaran pengerusakan aqidah, termasuk Gusrizal yang bolak-balik antara Padang dan daerah yang terkena gempa.
Sementara itu, dalam catatan Oktober Satkorlak PB Sumbar, negara sahabat dan organisasi internasional yang mengirimkan tim SAR untuk membantu penanganan darurat gempa di Sumatera Barat bekerjasama dengan tim SAR tanah air untuk melakukan evakuasi terhadap korban gempa yang belum ditemukan. Mereka tidak hanya mengirimkan personel, tapi sebagian juga membawa anjing pelacak, seperti Swiss yang membawa 18 ekor dan Jerman 4 ekor. Negara yang paling banyak mengirimkan personel adalah Swiss yang mencapai 108 personel serta 18 anjing pelacak dan yang paling sedikit Kanada yang mengirimkan dua personel.
Selain itu, Hungaria mengirim 12 personel dan 2 ekor anjing pelacak; Jerman 30 personel dan 4 anjing pelacak; Inter (IRO): 22 personel dan 18 anjing pelacak; Swiss tim medis 5 personel; tim rescue meliputi 108 personel dan 18 ekor anjing; Inggris: 4 tim terdiri dari 101 personel; Kanada: 2 personel; Perancis: 12 personel Turki: 8 personel; Hungaria: 12 personel dan 2 anjing pelacak; Singapura: 42 personel dan 4 anjing; Jepang: 65 personel dan 3 anjing; Uni Emirat Arab (Abu Dhabi): 50 personel; Australia: 38 personel; Korea: 41 personel dan 2 anjing.
Sedangkan rincian bantuan logistik yang telah mereka kirimkan ke lokasi bencana oleh Yordania berupa genset 2 unit dan selimut; Amerika Serikat RS Lapangan, tiang infuse 30 buah, tongkat 100 buah, arm sling 100 buah, kruk 25 buah, obat-obat dan alat kesehatan habis pakai 73 koli; Singapura RS lapangan, obat-obtana dan alat kesehatan habis pakai 46 koli dan alat kesehatan biasa 17 koli; Korea obat-obatan, Malaysia RS lapangan, Turki obat-obatan dan alat kesehatan habis pakai 20 koli; Rusia RS lapangan dan mobil van 1 unit; Belgia RS lapangan, emergency kit 36 koli; Cekoslawakia, Spanyol, Kanada RS lapangan; PT Earth Stone Resourches, India berupa obat-obatan; Global Medic Canada berupa mesin penjernih air dan WHO berupa water treatment. ***
Senin, 28 September 2009
Smart, Lembaga Untuk Orang Cerdas


Persaingan memasuki dunia kerja dewasa ini makin kompetitif. Penguasaan komputer yang dipadukan dengan kemampuan bahasa asing adalah persyarat utama memenangkan persaingan. Lembaga kursus Smart College yang mamadukan kedua skill itu, pantas menjadi alternatif bagi calon tenaga kerja.
Smart College berlokasi di Jalan Proklamasi No 48 B. Posisinya sangat strategis karena berada dipusat kota. Meski termasuk baru, Smart College dikelola oleh orang-orang dengan talenta dan pengalaman puluhan tahun di bidang ini. Sesuai slogannya “Smart College Pilihan Cerdas Meraih Peluang Kerja”, lembaga kursus ini memberikan beragam alternatif keahlian siap pakai. Program-pogram yang ditawarkan antara lain Program Keahlian Terpadu 1 Tahun (PKT-1 Th), Program Keahlian Terpadu 6 Tahun (PKT-6 Th) dan Program Singkat 1-3 bulan serta Program Lansung Kerja 5 dan 12 bulan. Semua program adalah perpaduan keahlian, wawasan dan keterampilan.
PKT-1 Th terdiri dari program Teknologi Informasi, Informatika Komputer, Teknik Komputer dan Akuntansi komputer. Setiap program dilengkapi dengan Bahasa Inggris, Bahasa Jepang atau Mandarin. Sedang paket PKT-6 bln dan program singkat 1-3 bulan, terdiri dari Komputer , Bahasa Inggris dan Bahasa Jepang. Direktur Smart College Yasril Harfi SE kepada koran ini Jumat (28/3) mengatakan pada dasarnya setiap program yang ditawarkan sama dan sejenis. Hanya saja yang berbeda adalah teknis dan waktu pelaksanaan. Dijelaskannya, PKT-1 tahun adalah paket yang diberikan kepada lulusan SMA. Peserta yang berniat mengikuti paket ini sudah bisa mendaftarkan diri sejak sekarang.
"Sementara NSP, Program Lansung kerja terdiri dari NSP G1 untuk tamatan D3 dan S1, lama pendidikan 5 bulan. Dan NSP G2 untuk tamatan SLTA selama 12 bulan", jelas Yasril kepada media ini.
“Siswa yang masih duduk di kelas III sekarang ini sudah bisa mendaftarkan diri begitu Ujian Nasional (UN) selesai dilakukan. Sedang yang sudah tamat SMA, sejak sekarang sudah kita terima pendaftarannya,” kata Yasril Harfi. Sedangkan untuk PKT-6 bulan, pada dasarnya kata Yasril Harfi sama dengan PKT 1-tahun. Hanya saja yang membedakan adalah intensitas waktu pembelajarannya. PKT-6 bulan diperuntukkan bagi kalangan yang tidak memiliki waktu banyak menempuh pendidikan. Dengan waktu yang terbatas, calon mahasiswa bisa mendapatkan ilmu setara dengan yang menempuh pendidikan satu tahun. Caranya dengan memadatkan mata pelajaran dalam waktu tertentu.
“Misalnya yang satu tahun, belajar 3 kali seminggu. Yang 6 bulan ini lebih padat sedikit,” imbuhnya. Direncanakan program paket 6 bulan ini akan dibuka secara resminya pada akhir Desember 2008. Meski demikian, peminat sudah bisa mendaftarkan diri ke gedung Smart College di Jalan Proklamasi No 48 B. Sementara itu program reguler 3 bulan dikhususkan untuk mahasiswa dan karyawan yang sudah bekerja.
Tapi tidak menutup kemungkinan untuk lulusan SMA. Dengan biaya pendidikan yang terjangkau, jebolan program ini dijamin bisa meningkatkan pemahaman komputer dan berbahasa asing. Peserta program reguler 3 bulan yang diawal bulan ini sudah mulai melakukan aktifitas belajar mengajarnya (PBM) hanya dikenai biaya pendidikan Rp 150 ribu saja. Siswa bisa memilih paket seperti Microsoft Office 2007, Auto Cad, MYOB Plus SKA-GL, English Conversation, Japanesse Coversation dan Mandarin Coversation.
Yang menarik, kata Yasril, dari belasan lembaga kursus sejenis yang ada di kota ini, hanya Smart College yang menawarkan program pendidikan Teknologi Informasi. Program studi ini adalah program unggulan. Pasalnya jebolan program ini bukan saja memahami sistem jaringan komputer, mereka juga paham dengan perangkat lunak dan kerasnya. Aplikasi dilapangan, lulusan Teknologi Informasi diyakini bisa mengudak-udak aplikasi HP, download program-program HP dan perbaikan HP. Selain itu, lulusannya diyakini mumpuni dalam hal desain webs, homepage desain dan desain grafis.
Meski secara kelembagaan Smart College termasuk pusat pendidikan baru di Kota Padang, namun lembaga ini dikelola oleh orang-orang profesional. Direktur Smart College Yasril Harfi misalnya, beliau adalah profesional berpengalaman puluhan tahun menangani lembaga pendidikan sejenis. Dia sudah merambahi berbagai lembaga kursus di daerah ini. Setali tiga uang, kemampuan yang sama juga dimiliki para anak buahnya. Mulai dari tenaga pengajar, adminitrasi dan manajemen lainnya.
“Tenaga pengajar kita adalah sarjana-sarjana dibidangnya,” tambah Yasril. Lalu bagaimana dengan lulusan Smart College? Yasril Harfi menjelaskan untuk menyalurkan lulusannya pihaknya sudah menjalin kerjasama dengan berbagai lemaba penyalur tenaga kerja. Seperti PT Tauchi Bina Karya, sebuah perusahaan Outsourching di Batam dan PT Ria Alam Permai untuk Kota Padang sekitarnya. “Kita memang berusaha bagaimana lulusan kita itu bisa ditempatkan di dunia kerja,” jelas Yasril.
Menghadapi perkembangan IPTEK dan tuntutan globalisasi, Smart College yang didirikan tanggal 20 Februari 2008 dengan tujuan menciptakan suatu Pusat Pendidikan Non Formal yang berkualiatas dan professional. Kedepannya,para lulusan dari lembaga ini bisa menjadi tenaga kerja siap pakai dan mandiri. Smart College saat ini telah berhasil menyelenggarakan berbagai paket program reguler dan paket program keahlian profesional 1 tahun yang sangat aplikatif terhadap kebutuhan dunia usaha.
Dengan pengalaman pendiri selama ini dibidang pendidikan non formal sejak tahun 1992 yang memepunyai reputasi ditingkat daerah dan nasional dan didukung oleh kekuatan kemitraan serta kerjasama dengan berbagai pihak yaitu pemerintah daerah, swasta dan asosiasi profesi, telah membuktikan kepada siswa lulusan dapat mengaplikasikan ilmunya, bersaing dan berkarir diberbagai bidang usaha.
Smart College, kedepannya diharapkan akan mengembangkan sayapnya lebih baik dengan rencana jangka panjang akan memebuka cabang-cabangnya diwilayah Sumatera Barat, terang Yasril kepada media ini.
Program Smart College
• Bimbingan Belajar
• Paket 1 Bulan
• Paket 6 Bulan Program Keahlian Terpadu [ PKT ]
• Paket 5 Bulan Program Lansung Kerja [ NSP ]
• Paket 1 Tahun Program Keahlian Terpadu dan Lansung Kerja [ PKT dan NSP
Minggu, 27 September 2009
Talent Management

Banyak generasi muda Indonesia memiliki bakat yang bagus. Baik bakat menjadi pemain film, penyanyi, penari, pemandu acara, pelaksana acara, atau bakat-bakat luar biasa lainnya. Namun tidak begitu banyak wadah yang tepat yang bisa memenejnya.
Di sumatera Barat sendiri ada beberapa tempat pelatihan an penyaluran bakat, diantaranya ; Sanggar Tari SOFYANI, MODEL SEARCH, COZZY MODELLNG, FAST MODEL, EXCELLENT Talents' Studio, RUMAH KREATIF dan AYAKO Modeling.Beberapa diantaranya sudah lama berdiri sedangkan sebagainnnya sering mengalami masalah baik manajemen, permodalan atau internal konflik. Ada juga diantara mereka yang terus mampu bertahan. Tetapi yang jadi permasahan mendasar bagi para talent adalah " Jaminan", jaminan bahwa setelah mereka bergabung disana , mereka akan memiliki masa depan yang jelas. Disamping permasalahan lain adalah para talent tersebut tidak memiliki budget yang besar untuk dibayarkan kepada pihak pengelola. Keterbatasan dana membuat mereka urung bergabung di tempat pelatihan dan penyaluran bakat. Masalah terbaru yang juga sangat mengganggu bagi para talent maupun tempat pelatihan/penyaluran tadi adalah kurangnya link/relasi dari tempat tadi.
Sebenarnya sangat diperlukan sebuah wadah " Talent Management" yang memiliki kemampuan dan link yang bagus dalam manajerial,promo dan penyaluran para talent-talent tadi. Excellent Talent' Studio yang pernah berdiri di kota bengkuang ini pada tahun 2007.Perusahaan ini pernah menjadi sponsor dengan budget yang besar dalam acara " Pemilihan Uda Uni Kota Padang 2007" yang diselenggarakan Dinas Pariwisata Kota Padang di Hotel Bumiminang Padang. Dan perusahaan ini juga memberikan kesempatan talentnya untuk disyuting oleh salah salah satu televisi lokal. Sedangkan talent lainnya ada yang tampil dicatwalk bersama Hengki Kurniawan alam acara promo pakaian merek Kardinal ari Bandung yang diselenggarakan oleh 3 Monkeys organizer.
Jika Excellent Talent' studio kembali dibuka di kota ini -atau ada lempbaga/perusahaan sejenis- atau ada yang lain yang lebih baik mungkin para talent di kota Padang dan sekitarnya akan beruntung [ pxl]
Langganan:
Postingan (Atom)